Selasa, 21 Juni 2016

PENULISAN: Fenomena Warga Indonesia

                                                       FENOMENA WARGA INDONESIA



SOCIAL MEDIA ADDICTION



KECANDUAN SOSIAL MEDIA!!
          Media sosial semakin marak dan merajalela di kehidupan kita. Mulai dari forum-forum, Facebook, hingga kini telah tumbuh berbagai sosial media baru dengan konsep yang berbeda-beda dan terus berkembang. Setiap orang berlomba-lomba menciptakan konsep media sosial, bahkan media sosial yang telah ada terus mengembangkan fiturnya untuk meningkatkan jumlah penggunanya. Mulai dari menjadi suatu sarana menghubungkan orang-orang yang jaraknya berjauhan atau teman-teman lama, kini sampai menjadi suatu kebutuhan hidup untuk bergaul hingga promosi jual beli.
Hayooo, apakah anda adalah salah satu pecandu sosial media? Berikut adalah tanda-tanda bahwa seseorang kecanduan sosial media:

  • Senang berpergian dan melakukan sesuatu lalu posting di social media

Pernahkah kamu mencari makanan di restoran terkenal agar bisa membagikan pengalaman itu melalui Path? Pernahkah kamu pergi berlibur ke sebuah tempat yang keren hanya untuk membuat foto yang di-post di akun instagram? Jika jawaban kamu adalah iya, waspadalah. Ini adalah tanda dirimu sedang terobsesi dengan social media. Kamu perlu mencegahnya sebelum hal itu berdampak lebih buruk. Jauhkanlah gadget sementara waktu dan nikmatilah momen-momen liburanmu dengan lebih berharga.
  • Respon dari teman-teman di social media begitu menyenangkan
Saat mengunggah foto selfie di Instagram,  seringkali kamu menunggu notifikasi berupa like atau komentar dari orang-orang yang ada dalam daftar follower-mu. Beberapa komentar memiliki nada memuji dan mungkin lucu. Namun, saat kamu merasa tidak banyak teman-teman di social mediayang memberi likes maupun komentar positif, keinginan untuk menghapus foto itu begitu besar. Padahal, sebenarnya hal ini menunjukan betapa tidak percaya dirinya kamu.
  • Kamu mengunggah banyak cerita di social media seperti snapchat

Melalui snapchat, kamu bisa mengunggah cerita kehidupan dengan gambar dan video. Memang, banyak orang yang selalu meng-update kegiatan yang tengah dilakukan melalui jejaring sosial ini. Namun, jika Anda melakukannya setiap detik, ini tentu tak wajar. Berilah sedikit jarak, jangan fokus pada teman-teman yang ada di social media dan melupakan apa yang harus kamu jalani di kehidupan nyata.
  • Kamu memeriksa social media setiap 10 detik
Ketika mata dan tanganmu seakan-akan ‘menempel’ pada gadgetberhati-hatilah. Bisa jadi, kamu sudah kecanduan social media. Sebaliknya, sadarilah bahwa semua akan baik-baik saja meskipun kamu melewatkan unggahan dari teman-teman dekat mengenai apapun yang mereka bagikan di social media. Tak akan ada sesuatu yang terjadi jika kamu melewatkannya.

  • Kamu merencanakan tulisan di social media serinci mungkin

Saat akan mengunggah sesuatu di social media seperti foto dan status, terdapat tulisan yang menjadi judul. Dalam judul, sering kali orang-orang menuliskan sesuatu yang menarik. Jika hal yang sama terjadi pada dirimu, bahkan dengan sengaja telah berencana untuk menulis judul yang cocok dengan foto ataupun video di social media, kamu perlu berhati-hati akan kecenderungan adiksi atas social media. Tak jarang, kamu justru membuang waktu berharga seperti bermain bersama teman serta mengobrol dengan keluarga karena rencana membuat unggahan yang sempurna itu.
Kecanduan media sosial itu bisa membuatmu tidak produktif. Padahal media sosial itu asyik dan bisa mendatangkan banyak manfaat. 
Dampak kecanduan media sosial bukan hanya waktu yang digunakan untuk mengakses media sosial. Dampak yang lebih mengganggu produktivitas adalah jeda interupsi. Begini maksudnya, jadi ketika kamu kerja kemudian ada mention twitter atau komentar Facebook, lalu kamu mengakses media sosial, dan baru kembali bekerja lagi setelah membalasnya. Jadi akses ke media sosial menjadi aktivitas yang menyela proses kerjamu. Setiap kali ada interupsi, kamu pasti tidak bisa langsung kembali kerja seperti kondisi semula. Ada waktu untuk menyesuaikan kondisi emosi untuk bekerja kembali.
Perhatikan ciri-ciri dibawah ini, berapa banyak ciri kecanduan media sosial yang cocok sama kamu
  1. Kamu bangun tidur atau mau tidur langsung update status, kebiasaan pengguna Path sih :D
  2. Kamu mengakses media sosial stiap kali ada waktu senggang seperti menunggu bos atau lagi di toilet
  3. Kamu mengakses media sosial di sela-sela pekerjaanmu
  4. Kamu mengakses media sosial ketika merasakan suatu emosi tertentu, seperti lagi marah atau lagi terpesona
  5. Kamu merasa tertekan ketika sinyal terbatas yang menganggu aktivitas menggunakan media sosial
  6. Kamu spontan menuliskan perasaan hatimu di media sosial alias surhat :D
  7. Kamu merasa kesal ketika pulsa habis dan tidak sabar untuk mengisinya kembali
  8. Kamu lebih mudah dihubungi melalu twitter, facebook atau media sosial lain dibandingkan melalui sms atau telepon
  9. Kamu menggunakan media sosial untuk berkomunikasi ke rekan kerja
  10. Kamu makan malam sama pacar atau keluarga tetap memantau media sosial *terrlalu
Cek 10 poin itu dan berapa poin yang kamu dapatkan, kurang dari 4, kurang dari 6, atau lebih dari 6 poin? Lebih dari 4 poin berarti kamu harus waspada karena bisa jadi kamu sudah kecanduan media sosial. Setelah itu, jawab dua pertanyaan berikut ini
  1. Berapa waktu rata-rata menggunakan media sosial pada hari kerja?
  2. Berapa waktu rata-rata menggunakan media sosial pada akhir pekan/libur?
Apakah lebih banyak menggunakan media sosial pada hari kerja atau pada hari libur? Kalau lebih banyak di hari kerja, kemungkinan kamu memang lebih nyaman menggunakan media sosial daripada menangani pekerjaanmu.
Apakah kamu masih aman atau sudah mulai merasa mengalami kecanduan media sosial? Siapa temanmu yang kira-kira sudah kecanduan media sosial?
Berikut adalah cara mengurangi kecanduan social media:
  1. Akui kecanduan kamu
  2. Pikir ulang kembali ketika akan menggunakan social media dalam waktu yang lama
  3. Pikirkan masalah waktu
  4. Jadikan media sosial bukan sesuatu prioritas
  5. Cari kegiatan yang lebih berguna
  6. Percaya pada diri sendiri, bahwa kamu bisa melakukannya.

Senin, 20 Juni 2016

Pengertian Politik dan Strategi Nasional

                                     PENGERTIAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

A.    Pengertian Politik
Politik adalah pembentukan keukuasaan dalam masyarakat dalam membuat suatu keputusan untuk negara. Politik juga diartikan sebagai seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. Kata politik berasal dari bahasa Belanda “politiek” dan bahasa ingggris “politics” yang bersumber dari bahasa Yunani τα πολιτικά .
Pengertian politik menurut beberapa ahli :
  1. Menurut Andrew Heywood
Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang memiliki tujuan untuk mempertahankan dan menjalankan peraturan yang ada untuk patokan hidupnya.
2. Menurut Carl Schmdit
Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan-keputusan dari lembaga-lembaga abstrak
3. Berdasarkan teori klasik Aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh warga untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Adapun lembaga-lembaga politik yang berati seperangkat norma yang melaksanakan dan memiliki kekuasaan atau wewenang dalam suatu bidang yang khusus. Lembaga politik meliputi eksekutif , legislatif dan yudiktif, keamanan dan pertahanan nasional serta partai politik. Setiap lembaga memiliki ketua untuk mengatur lembaganya masing-masing. Berikut ini proses pembentukan lembaga politik :
  1. Mengadakan kegiatan yang dapat mewakili aspirasi masyarakat
  2. Pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan pasrtisipasi dari berbagai golongan yang mewakili masyarakat
Fungsi lembaga politik adalah :
  1. Menjaga keamanan dan katahanan masyarakat
  2. Melaksanakan kesejahteraan umum
  3. Sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat ke pemilik kebijakan negara
B. Strategi Nasional
Strategi nasional adalah perencanaan dan memutuskan sesuatu untuk kepentingan negara. Kata strategi sendiri berasal dari bahasa Yunani stratēgos. Politik dan strategi pertahanan nasional harus berjalan selaras. Strategi nasioanal dirancang untuk menjawab kepentingan nasional negara tersebut. Setiap strategi di masing-maisng negara berbeda karena kebijakan dan kebutuhan masyarakat disetiap negar berbeda-beda satu sama lainnya. Sebagai salah satu negara berdaulat dan bermartabat, tentunya Indonesia harus memiliki strategi besar yang dapat menjamin tercapainya segala kepentingan nasional guna mewujudkan tujuan nasional menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
Dikutip dari Letkol Laut (P) Erwin S. Aldedharma, Komandan KRI Nala Khusus di bidang pertahanan negara, terkesan saat ini belum adanya keseragaman pola sikap dan pola tindak dalam lingkup Departemen Pertahanan, termasuk di jajaran TNI. Walaupun Undang-undang Pertahanan menyatakan bahwa strategi pertahanan negara disusun berdasarkan kondisi geografis bangsa, namun implementasi di lapangan masih sepertinya mengedepankan strategi pertahanan semesta, di mana dalam menghadapi kekuatan lawan, militer Indonesia masih berorientasi pada taktik perang gerilya. Artinya, musuh akan ditunggu hingga masuk dan menginjakkan kaki ke wilayah daratan Indonesia, yang mana berarti pula bahwa rakyat akan ikut terlibat dalam perang. Bukan berarti bahwa strategi pertahanan semesta merupakan sesuatu yang keliru, karena sejarah membuktikan bahwa dengan strategi tersebut bangsa ini berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaannya melawan penjajah. Namun dengan perkembangan situasi politik, hukum dan teknologi era sekarang, strategi itu hendaknya tidak ditempatkan sebagai strategi utama, karena hukum internasional melarang keterlibatan rakyat (non kombatan) dalam perang. Sebaliknya, Indonesia harus mampu mencegah musuh masuk ke wilayahnya, sehingga mewajibkan kita mempunyai militer yang memiliki daya pukul dan daya hancur cukup besar serta dapat dikerahkan hingga jauh ke batas terluar yurisdiksi nasional. Bertolak dari pemikiran demikian dan dikaitkan dengan kondisi geografis Indonesia, sudah sewajarnya bila fokus pembangunan kekuatan militer terletak pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Sudah jelas sekali bahwa peran pelaku-pelaku politik sangat mempengaruhi strategi negara dalam mempertahankan keamanan dan kesejahteraan masyarakat di dalam negara Indonesia.
Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas)
Pengertian Politik Nasional 

Politik Nasional adalah asas, haluan, usaha sertakebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaandan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapaitujuan nasional.
Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strateginasional. Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang.
Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasionaldalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politiknasional.

Penyusun Politik dan Strategi Nasional

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selamaini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yangtersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR,Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebutsebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata-pranata politik yang adadalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, mediamassa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressuregroup). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja samadan memiliki kekuatan yang seimbang.

Sumber :
https://www.facebook.com/notes/adek-vogliono-eserre-amati/pengertian-politik-strategi-dan-politik-strategi-nasional-polstranas/1498939693674925/