GREEN ARCHITECTURE
PENDAHULUAN
Zaman
yang sudah modern seperti saat ini, banyak sekali fasilitas yang sudah memadai.
Dengan adanya kebutuhan yang serba instant, membuat orang semakin malas untuk
melakukan sesuatu secara konvensional..
pemanfaataan sumber
daya alam yang sudah tidak diperhitungkan lagi seberapa besar dampak yang akan
terjadi, menambah kerusakan pada alam ini. Banyak sekali dampak yang terjadi
dari pemanfaatan alam yang tidak dimanfaatkan secara sebaik-baiknya.
Akhir-akhir ini telah kita rasakan dampak yang terjadi akibat pengaruh dari
kerusakan alam ini. Sekarang, ruang hijau menjadi semakin berkurang, dan
resapan air juga semakin berkurang sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
Bagaimana cara menangani semua yang
terjadi di permukaan bumi ini dengan cara arsitektural.Karena arsitektur adalah
salah satu pemeran utama sebagai penyebab dan penanggung jawab atas segala
perubahan dimuka bumi. Salah satu cara yang paling tepat untuk menangani damak
pergantiaan iklim ini dalam bidang arsitektur ialah ndengan cara menerapkan
konsep”Green Architecture”. Karena dengan cara ini segala dampak kerusakan alam, penghematan energy dan lain-lainya dapat ditekan.
PENGERTIAN GREEN ARCHITECTURE
Green Architecture merupakan sebuah konsep
merancang dengan memadukan antara bangunan dengan kondisi lingkungan yang sudah
ada, sehingga keberadaan bangunan tersebut tidak merugikan lingkungannya.
Pendekatan “Green Architecture” pada bangunan yang dapat
meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Arsitektur hijau meliputi lebih dari sebuah bangunan.
Untuk pemahaman dasar arsitektur
hijau (green architecture) yang berkelanjutan, di antaranya lanskap,
interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan.
PRINSIP-PRINSIP
GREEN ARCHITECTURE :
- Hemat
energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan
penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan
energi alam sekitar lokasi bangunan ).
- Memperhatikan
kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan
iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
- Minimizing
new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam
yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di
masa mendatang /
Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam. - Tidak
berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan
tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan
sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu
sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak
merusak lingkungan yang ada ).
- Merespon
keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan
harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua
kebutuhannya.
- Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism : Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.
SIFAT BANGUNAN BERKONSEP GREEN ARCHITECTURE
1. Sustainable
( Berkelanjutan ).
Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan
berfungsi seiring zaman, konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam
tanpa adanya perubahan – perubahan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.
2. Earthfriendly
( Ramah lingkungan ).
Suatu
bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green architecture
apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak
bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap
lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian energi. Oleh karena itu
bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan
sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung lainnya.
3. High
performance building.
Bangunan
berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya
dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance
building”. Mengapa pada bangunan green architecture harus mempunyai sifat ini?.
Salah satu fungsinya ialah untuk meminimaliskan penggunaan energi dengan
memenfaatkan energi yang berasal dari alam ( Enrgy of nature ) dan dengan
dipadukan dengan teknologi tinggi ( High technology performance ).
Contohnya
:
1).
Penggunaan panel surya ( Solar cell ) untuk memanfaatkan energi panas matahari
sebagai sumber pembangkit tenaga listrik rumahan.
2.)
Penggunaan material - material yang dapat di daur ulang, penggunaan konstruksi
– konstruksi maupun bentuk fisik dan fasad bangunan tersebut yang dapat mendukung
konsep green architecture.
PERTIMBANGAN DALAM MENCIPTAKAN GREEN ARCH
Prioritaskan penggunaan material lokal, bahan alami dan bahan sisa pembangunan untuk merencanakan hunian, disamping masalah efisiensi juga membantu mengurangi sampah lingkungan. Material lokal dan alami yang dapat digunakan al bambu, batako, batu gamping, batu kali, pasir pantai, dll. yang dapat disertakan dalam perencanaan hunian.
Kayu dapat juga disertakan dengan pertimbangan kayu dari jenis yang pohon yang cepat pertumbuhannya, sehingga tidak merusak ekosistem.
Pengaturan sirkulasi udara, cahaya dan utilitas dengan upaya memanfaatkan kondisi alam semaksimal mungkin untuk kenyamanan hunian.
Pencahayaan alami mengacu pada arah mata angin, sehingga diperoleh pencahayaan yang maksimal. Untuk mendapatkan suhu yang nyaman dalam ruang, penempatan kanopi, tirai atau jenis barrier lainnya patut diperhatikan, sehingga penggunaan peralatan modern seperti AC dll yang menyedot banyak energi bisa diminimalisir atau dihindarkan.
Penghijauan tidak hanya diterapkan pada ruang-ruang publik saja, tetapi juga pada hunian itu sendiri, yang bertujuan mengoptimalkan penyerapan air dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya.
Sumber:
- http://iconarchitecture.weebly.com/
- Priatman, Ir. Jimmy, M
Arch. Konsep Green Building dan
Green Architecture. Pimpinan Center for
Building Energy Study Universitas Petra.
-http://www.griya-asri.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar