Selasa, 21 Juni 2016

PENULISAN: Fenomena Warga Indonesia

                                                       FENOMENA WARGA INDONESIA



SOCIAL MEDIA ADDICTION



KECANDUAN SOSIAL MEDIA!!
          Media sosial semakin marak dan merajalela di kehidupan kita. Mulai dari forum-forum, Facebook, hingga kini telah tumbuh berbagai sosial media baru dengan konsep yang berbeda-beda dan terus berkembang. Setiap orang berlomba-lomba menciptakan konsep media sosial, bahkan media sosial yang telah ada terus mengembangkan fiturnya untuk meningkatkan jumlah penggunanya. Mulai dari menjadi suatu sarana menghubungkan orang-orang yang jaraknya berjauhan atau teman-teman lama, kini sampai menjadi suatu kebutuhan hidup untuk bergaul hingga promosi jual beli.
Hayooo, apakah anda adalah salah satu pecandu sosial media? Berikut adalah tanda-tanda bahwa seseorang kecanduan sosial media:

  • Senang berpergian dan melakukan sesuatu lalu posting di social media

Pernahkah kamu mencari makanan di restoran terkenal agar bisa membagikan pengalaman itu melalui Path? Pernahkah kamu pergi berlibur ke sebuah tempat yang keren hanya untuk membuat foto yang di-post di akun instagram? Jika jawaban kamu adalah iya, waspadalah. Ini adalah tanda dirimu sedang terobsesi dengan social media. Kamu perlu mencegahnya sebelum hal itu berdampak lebih buruk. Jauhkanlah gadget sementara waktu dan nikmatilah momen-momen liburanmu dengan lebih berharga.
  • Respon dari teman-teman di social media begitu menyenangkan
Saat mengunggah foto selfie di Instagram,  seringkali kamu menunggu notifikasi berupa like atau komentar dari orang-orang yang ada dalam daftar follower-mu. Beberapa komentar memiliki nada memuji dan mungkin lucu. Namun, saat kamu merasa tidak banyak teman-teman di social mediayang memberi likes maupun komentar positif, keinginan untuk menghapus foto itu begitu besar. Padahal, sebenarnya hal ini menunjukan betapa tidak percaya dirinya kamu.
  • Kamu mengunggah banyak cerita di social media seperti snapchat

Melalui snapchat, kamu bisa mengunggah cerita kehidupan dengan gambar dan video. Memang, banyak orang yang selalu meng-update kegiatan yang tengah dilakukan melalui jejaring sosial ini. Namun, jika Anda melakukannya setiap detik, ini tentu tak wajar. Berilah sedikit jarak, jangan fokus pada teman-teman yang ada di social media dan melupakan apa yang harus kamu jalani di kehidupan nyata.
  • Kamu memeriksa social media setiap 10 detik
Ketika mata dan tanganmu seakan-akan ‘menempel’ pada gadgetberhati-hatilah. Bisa jadi, kamu sudah kecanduan social media. Sebaliknya, sadarilah bahwa semua akan baik-baik saja meskipun kamu melewatkan unggahan dari teman-teman dekat mengenai apapun yang mereka bagikan di social media. Tak akan ada sesuatu yang terjadi jika kamu melewatkannya.

  • Kamu merencanakan tulisan di social media serinci mungkin

Saat akan mengunggah sesuatu di social media seperti foto dan status, terdapat tulisan yang menjadi judul. Dalam judul, sering kali orang-orang menuliskan sesuatu yang menarik. Jika hal yang sama terjadi pada dirimu, bahkan dengan sengaja telah berencana untuk menulis judul yang cocok dengan foto ataupun video di social media, kamu perlu berhati-hati akan kecenderungan adiksi atas social media. Tak jarang, kamu justru membuang waktu berharga seperti bermain bersama teman serta mengobrol dengan keluarga karena rencana membuat unggahan yang sempurna itu.
Kecanduan media sosial itu bisa membuatmu tidak produktif. Padahal media sosial itu asyik dan bisa mendatangkan banyak manfaat. 
Dampak kecanduan media sosial bukan hanya waktu yang digunakan untuk mengakses media sosial. Dampak yang lebih mengganggu produktivitas adalah jeda interupsi. Begini maksudnya, jadi ketika kamu kerja kemudian ada mention twitter atau komentar Facebook, lalu kamu mengakses media sosial, dan baru kembali bekerja lagi setelah membalasnya. Jadi akses ke media sosial menjadi aktivitas yang menyela proses kerjamu. Setiap kali ada interupsi, kamu pasti tidak bisa langsung kembali kerja seperti kondisi semula. Ada waktu untuk menyesuaikan kondisi emosi untuk bekerja kembali.
Perhatikan ciri-ciri dibawah ini, berapa banyak ciri kecanduan media sosial yang cocok sama kamu
  1. Kamu bangun tidur atau mau tidur langsung update status, kebiasaan pengguna Path sih :D
  2. Kamu mengakses media sosial stiap kali ada waktu senggang seperti menunggu bos atau lagi di toilet
  3. Kamu mengakses media sosial di sela-sela pekerjaanmu
  4. Kamu mengakses media sosial ketika merasakan suatu emosi tertentu, seperti lagi marah atau lagi terpesona
  5. Kamu merasa tertekan ketika sinyal terbatas yang menganggu aktivitas menggunakan media sosial
  6. Kamu spontan menuliskan perasaan hatimu di media sosial alias surhat :D
  7. Kamu merasa kesal ketika pulsa habis dan tidak sabar untuk mengisinya kembali
  8. Kamu lebih mudah dihubungi melalu twitter, facebook atau media sosial lain dibandingkan melalui sms atau telepon
  9. Kamu menggunakan media sosial untuk berkomunikasi ke rekan kerja
  10. Kamu makan malam sama pacar atau keluarga tetap memantau media sosial *terrlalu
Cek 10 poin itu dan berapa poin yang kamu dapatkan, kurang dari 4, kurang dari 6, atau lebih dari 6 poin? Lebih dari 4 poin berarti kamu harus waspada karena bisa jadi kamu sudah kecanduan media sosial. Setelah itu, jawab dua pertanyaan berikut ini
  1. Berapa waktu rata-rata menggunakan media sosial pada hari kerja?
  2. Berapa waktu rata-rata menggunakan media sosial pada akhir pekan/libur?
Apakah lebih banyak menggunakan media sosial pada hari kerja atau pada hari libur? Kalau lebih banyak di hari kerja, kemungkinan kamu memang lebih nyaman menggunakan media sosial daripada menangani pekerjaanmu.
Apakah kamu masih aman atau sudah mulai merasa mengalami kecanduan media sosial? Siapa temanmu yang kira-kira sudah kecanduan media sosial?
Berikut adalah cara mengurangi kecanduan social media:
  1. Akui kecanduan kamu
  2. Pikir ulang kembali ketika akan menggunakan social media dalam waktu yang lama
  3. Pikirkan masalah waktu
  4. Jadikan media sosial bukan sesuatu prioritas
  5. Cari kegiatan yang lebih berguna
  6. Percaya pada diri sendiri, bahwa kamu bisa melakukannya.

Senin, 20 Juni 2016

Pengertian Politik dan Strategi Nasional

                                     PENGERTIAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

A.    Pengertian Politik
Politik adalah pembentukan keukuasaan dalam masyarakat dalam membuat suatu keputusan untuk negara. Politik juga diartikan sebagai seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. Kata politik berasal dari bahasa Belanda “politiek” dan bahasa ingggris “politics” yang bersumber dari bahasa Yunani τα πολιτικά .
Pengertian politik menurut beberapa ahli :
  1. Menurut Andrew Heywood
Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang memiliki tujuan untuk mempertahankan dan menjalankan peraturan yang ada untuk patokan hidupnya.
2. Menurut Carl Schmdit
Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan-keputusan dari lembaga-lembaga abstrak
3. Berdasarkan teori klasik Aristoteles politik adalah usaha yang ditempuh warga untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Adapun lembaga-lembaga politik yang berati seperangkat norma yang melaksanakan dan memiliki kekuasaan atau wewenang dalam suatu bidang yang khusus. Lembaga politik meliputi eksekutif , legislatif dan yudiktif, keamanan dan pertahanan nasional serta partai politik. Setiap lembaga memiliki ketua untuk mengatur lembaganya masing-masing. Berikut ini proses pembentukan lembaga politik :
  1. Mengadakan kegiatan yang dapat mewakili aspirasi masyarakat
  2. Pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan pasrtisipasi dari berbagai golongan yang mewakili masyarakat
Fungsi lembaga politik adalah :
  1. Menjaga keamanan dan katahanan masyarakat
  2. Melaksanakan kesejahteraan umum
  3. Sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat ke pemilik kebijakan negara
B. Strategi Nasional
Strategi nasional adalah perencanaan dan memutuskan sesuatu untuk kepentingan negara. Kata strategi sendiri berasal dari bahasa Yunani stratēgos. Politik dan strategi pertahanan nasional harus berjalan selaras. Strategi nasioanal dirancang untuk menjawab kepentingan nasional negara tersebut. Setiap strategi di masing-maisng negara berbeda karena kebijakan dan kebutuhan masyarakat disetiap negar berbeda-beda satu sama lainnya. Sebagai salah satu negara berdaulat dan bermartabat, tentunya Indonesia harus memiliki strategi besar yang dapat menjamin tercapainya segala kepentingan nasional guna mewujudkan tujuan nasional menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
Dikutip dari Letkol Laut (P) Erwin S. Aldedharma, Komandan KRI Nala Khusus di bidang pertahanan negara, terkesan saat ini belum adanya keseragaman pola sikap dan pola tindak dalam lingkup Departemen Pertahanan, termasuk di jajaran TNI. Walaupun Undang-undang Pertahanan menyatakan bahwa strategi pertahanan negara disusun berdasarkan kondisi geografis bangsa, namun implementasi di lapangan masih sepertinya mengedepankan strategi pertahanan semesta, di mana dalam menghadapi kekuatan lawan, militer Indonesia masih berorientasi pada taktik perang gerilya. Artinya, musuh akan ditunggu hingga masuk dan menginjakkan kaki ke wilayah daratan Indonesia, yang mana berarti pula bahwa rakyat akan ikut terlibat dalam perang. Bukan berarti bahwa strategi pertahanan semesta merupakan sesuatu yang keliru, karena sejarah membuktikan bahwa dengan strategi tersebut bangsa ini berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaannya melawan penjajah. Namun dengan perkembangan situasi politik, hukum dan teknologi era sekarang, strategi itu hendaknya tidak ditempatkan sebagai strategi utama, karena hukum internasional melarang keterlibatan rakyat (non kombatan) dalam perang. Sebaliknya, Indonesia harus mampu mencegah musuh masuk ke wilayahnya, sehingga mewajibkan kita mempunyai militer yang memiliki daya pukul dan daya hancur cukup besar serta dapat dikerahkan hingga jauh ke batas terluar yurisdiksi nasional. Bertolak dari pemikiran demikian dan dikaitkan dengan kondisi geografis Indonesia, sudah sewajarnya bila fokus pembangunan kekuatan militer terletak pada Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Sudah jelas sekali bahwa peran pelaku-pelaku politik sangat mempengaruhi strategi negara dalam mempertahankan keamanan dan kesejahteraan masyarakat di dalam negara Indonesia.
Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas)
Pengertian Politik Nasional 

Politik Nasional adalah asas, haluan, usaha sertakebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaandan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapaitujuan nasional.
Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strateginasional. Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang.
Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasionaldalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politiknasional.

Penyusun Politik dan Strategi Nasional

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selamaini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yangtersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR,Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebutsebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata-pranata politik yang adadalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, mediamassa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressuregroup). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja samadan memiliki kekuatan yang seimbang.

Sumber :
https://www.facebook.com/notes/adek-vogliono-eserre-amati/pengertian-politik-strategi-dan-politik-strategi-nasional-polstranas/1498939693674925/

Jumat, 01 April 2016

WAWASAN NUSANTARA DAN KETAHANAN NASIONAL

                               Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional


Wawasan Nusantara

          Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkanPancasila dan UUD 1945.[1][2] Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

           Wawasan Nusantara justru bertujuan untuk mempertahankan wilayah. Sebagai negara kepulauan yang luas, Bangsa Indonesia beranggapan bahwa laut yang dimilikinya merupakan sarana “penghubung” pulau, bukan “pemisah”. Sehingga, walaupun terpisah-pisah, bangsa Indonesia tetap menganggap negaranya sebagai satu kesatuan utuh yang terdiri dari “tanah” dan “air”, sehingga lazim disebut sebagai “tanah air”.

Untuk mewujudkan integrasi tanah air serta mencapai tujuan Wawasan Nusantara maka dipakailah empat asas, yaitu:
1. Satu kesatuan wilayah :
a.       Satu wadah Bangsa Indonesia yang bersatu
b.      Satu kesatuan tumpah darah dengan bersatunya dan dipersatukan segala anugerah dan hakekatnya.

2. Satu kesatuan negara :
a.       Satu UUD dan politik pelaksanaannya

b.      Satu ideologi dan identitas nasional.

3. Satu kesatuan budaya :
a.       Satu perwujudan budaya nasional atas dasar Bhinneka Tunggal Ika;

b.      Satu tertib sosial dan tertib hukum.

4. Satu kesatuan ekonomi :
a.       Satu tertib ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan;

b.      Seluruh potensi yang ada atau yang dapat diadakan, diselenggarakan secara total untuk mewujudkan suatu kesatuan sistem pertahanan keamanan, yang meliputi subyek, obyek dan metode.

Falsafah pancasila

Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nusantara. Nilai-nilai tersebut adalah:
  • Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
  • Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
  • Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

Fungsi Wawasan Nusantara:
  1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
  2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
  3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
  4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga
Tujuan Wawasan Nusantara
Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
  1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
  2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

Ketahanan Nasional

            Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara.

            Konsepsi ketahanan nasional adalah keseimbangan dan keserasian dalam kehidupan sosial melingkupi seluruh aspek kehidupan secara utuh menyeluruh berlandaskan falsafat bangsa, ideologi negara, konstitusi dan wawasan nasional dengan metode Astagatra. Ketahanan Nasional mempunyai aspek utama, yaitu Kesejahteraan dan Keamanan. Kesejahteraan dan

            Keamanan adalah dua aspek dari Ketahanan Nasional yang dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Sebab itu, mengusahakan terwujudnya Ketahanan Nasional hakikatnya merupakan satu proses membentuk Kesejahteraan dan Keamanan buat negara dan bangsa. Ketahanan Nasional hanya dapat terwujud kalau meliputi seluruh segi kehidupan bangsa yang biasanya kita namakan aspek sosial kehidupan, meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hankam. Juga meliputi aspek alam , yaitu Geografi, Penduduk dan Kekayaan Alam. Di lingkungan Lembaga Ketahanan Nasional seluruh segi kehidupan bangsa itu dinamakan Asta Gatra, terdiri dari Panca Gatra (Sosial) dan Tri Gatra (Alam).

  a.       Bentuk-bentuk Ancaman Ketahanan Nasional
Ancaman di dalam negeri contohnya adalah pemberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat Indonesia. Ancaman dari luar negeri contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invansi dari arat, udara dan laut oleh musuh dari luar negeri.

  b.      Asas-asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut meliputi :

  •  Asas kesejahteraan dan keamanan. Didalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap atau tidaknya ketahanan nasional.
  • Asas menyeluruh terpaduArtinya, ketahanan nasional mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.
  • Asas kekeluargaanBersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
            Kita harus bersama-sama mewujudkan ketahanan nasional karena dengan ketahanan nasional kita telah berhasil mengatasi semua ancaman di masa lampau sehingga Republik Indonesia selamat dari segala ancaman. Dan di masa depan ketahanan nasional harus selalu kita pelihara agar dapat mencegah timbulnya ancaman baru. Meskipun begitu tantangan-tantangan baru terus timbul dan harus kita atasi.

Hubungan antara Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dengan adanya wawasan nusantara, kita harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap wawasan nusantara sejak dini sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam. Diyakini keberhasilan pembangunan akan meningkatkan ketahanan nasional yang tangguh dan ketahanan nasional akan mendorong pembangunan nasional yang ke arah semakin baik.
Jadi, marilah kita sadarkan diri kita masing – masing untuk membangun Indonesia yang kita cintai menjadi negara yang bermartabat dan memiliki moral yang baik di hadapan negara lain. Serta sudah saatnya kita sebagai rakyat Indonesia sadar untuk mematuhi semua peraturan – peraturan yang diberlakukan di mana saja. Karena majunya sebuah bangsa dan negara tergantung oleh rakyatnya masing – masing

Sumber:
http://www.kompasiana.com/ronijohnmartin/wawasan-nusantara-dengan-ketahanan- nasional_552e45a96ea834d1368b459f

Negri Van Oranje

                                                           Negri Van Oranje
                              Ilmu, Persahabatan, dan Cinta




Tayang     :   23 Desember 2015
Genre       :   Adventure
Sutradara:   Endri Pelita
Produksi  :   Falcon Pictures & Mata Hari Media
Produser  :  Wiwit Susilawati, Annika Kuyper
Penulis     :   Adept Widiarsa, Titien Wattimena, Raden Wahyuningrat, Annisa Rijadi, Rizki Pandu                           Permana
Pemain     :   Arifin Putra, Chicco Jerikho, Tatjana Saphira, Abimana Aryasatya, Ge Pamungkas

Sinopsis:
Film Negeri Van Oranje berkisah tentang lima orang mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Belanda. Lintang (Tatjana Saphira), Banjar (Arifin Putra), Wicak (Abimana Aryasatya), Daus (Ge Pamungkas), dan Geri (Chicco Jerikho) adalah mahasiswa asal Indonesia yang sedang mengejar studinya di Belanda. Mereka secara tak terduga saling bertemu dan bersahabat.
Sejak bersahabat, Kelimanya mulai saling berbagai tawa dan juga kepedihan bersama-sama. Masalah kemudian muncul ketika keempat sahabat itu mulai memperebutkan Lintang. Pada saat yang sama, hubungan Lintang dengan pacara Belanda-nya terancam bubar, karena dia juga menaruh perasaan kepada salah satu temannya. Persahabatan pun berubah menjadi rumit dan hubungan mereka diuji!!

Review:
            Dari segi pemain, seperti biasa produksi Falcon Pictures diramaikan dengan jajaran pemain yang  populer. Kali ini giliran Chicco Jerikho, Tatjana Saphira, Arifin Putra, Ge Pamungkas, termasuk Abimana Aryasatya, aktor langganannya. Dua nama di atas sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam berakting, namun bagaimana dengan lainnya? Tatjana, Arifin, dan Ge Pamungkas berperan tidak kalah dengan mereka berdua. Bisa dibilang film inilah yang kolaborasi aktingnya sangat harmonis satu sama lain, tidak timpang  layaknya film-film produksi Falcon Pictures dalam dua tahun terakhir.
            Kelihaian akting peraih Piala Citra 2014 ini tertuang dengan baik, Chicco mampu menyembunyikan rapat-rapat rahasia kepribadian karakter Banjar. Bila berharap, aktingnya begitu lepas  dan menonjol seperti karakternya dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi dan A Copy of My Mind di sini tidak terlihat, karena ia harus rela berbagi porsi dengan pemain lainnya. Abimana masih berkutat dengan karakter cool-nya, namun bukan berarti kualitas aktingnya menurun. Dengan mudah aktor kelahiran 33 tahun silam ini menguasai karakter Wicak.  Lewat aktingnya yang cukup memukau, pemeran Elang dalam filmBelenggu ini mampu mencuri perhatian. Misalnya saat ia berdialog dengan rekan mainnya, Lintang. “Cukup dengan satu kejadian, cukup satu,” sepintas sepotong dialog ini tidak begitu istimewa, terlebih bagi yang belum menonton, namun dengan akting dan jalan cerita yang lumayan baik membawa dialog ini menjadi salah satu adegan yang berkesan, sekaligus merupakan kunci cerita. Sementara itu, Tatjana, walau pendatang baru, ia bisa mengimbangi akting seniornya. Dengan kata lain kecantikannya tidak hanya di parasnya, namun juga terletak di aktingnya. Sedangkan, Ge Pamungkas dan Arifin melengkapi dengan karakter lucu dan konyolnya yang mampu melahirkan gelak tawa.
            Di lain sisi, meskipun berlatar di Belanda, film ini tidak menyentuh persoalan sejarah kelam antara Indonesia dan Belanda. Film yang berdurasi  sekitar 90 menit ini asyik menyuguhkan tentang  persahabatan dan perebutan Lintang dengan cara yang anggun. Tidak salah memang dengan hal itu, namun  terasa ada bagian yang hilang. Di samping itu, film ini pun lebih kental persahabatannya,  bahkan hampir lupa bila ada persaingan cinta di dalamnya. Maka itu, tidak heran bila kemudian konflik yang dibangun tidak sekuat biaya produksi yang digelontorkan, karena film ini terlena dengan menghadirkan keindahan berbagai kota di negeri tersebut,  sebatas jalan-jalan yang dibalut romansa di dalamnya.  Selain itu, para pemain pun seakan menjadi  guide, menuntun penonton layaknya turis dadakan, yang pada akhirnya menjadikan film ini bagaikan cerita dalam negeri dongeng, persis seperti yang dinarasikan oleh Lintang (Tatjana) di awal film
             Terlepas dari itu, film yang bercerita tentang lima orang Indonesia yang kuliah di Belanda ini tetap menjadi tontonan yang menghibur dan menarik,  karena selain sedikit menggambarkan tentang kiat mahasiswa yang harus bertahan hidup di negeri orang, film ini bisa juga sebagai salah satu referensi untuk yang ingin melanjutkan kuliah atau berlibur di sana. Offer all, Negeri Van Oranje menjadi salah satu film Indonesia terbaik 2015.

Rabu, 23 Maret 2016

BUDAYA JAWA TENGAH

Kebudayaan Jawa Tengah

A.       Jawa Tengah
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai "jantung"budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini. Sejak tahun 2008, provinsi Jawa Tengah memiliki hubungan kembar dengan provinsi Fujian di China.

B.         Sejarah
Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang,Rembang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Rembang Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.
Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente(kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapakaresidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Jepara-Rembang, Semarang, Banyumas, dan Kedu.
Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1946 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

C.        Pemerintahan
Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan. Sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, Jawa Tengah juga terdiri atas 4 kota administratif, yaitu Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, dan Klaten. Namun sejak diberlakukannya Otonomi Daerah tahun 2001 kota-kota administratif tersebut dihapus dan menjadi bagian dalam wilayah kabupaten.
Menyusul otonomi daerah, 3 kabupaten memindahkan pusat pemerintahan ke wilayahnya sendiri, yaitu Kabupaten Magelang (dari Kota Magelang ke Kota Mungkid), Kabupaten Tegal (dari Kota Tegal ke Slawi), serta Kabupaten Pekalongan (dari Kota Pekalongan ke Kajen).

D.        Budaya Jawa Tengah
Jawa Tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembang disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah. Mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunyai corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri – sendiri. selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYSg7aNAGB_zlZnxRjageYrsdpS6nxkFFZ8rPOAun7rbGzEoFCJadil7J-D1k8EzBChWPfl36haGVKsk8xfDfu3bd-lG49SZAFmT8n_qKhOVw0lhUrzCtzx5kKvFsft4fFjR3pYmo4YWC8/s320/gambar+1.png
            Di Jawa Tengah juga masih ada kerajaan yang sampai sekarang masih berdiri tepatnya di Kota Solo yang dikenal dengan Kasunanan Solo. Budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi. Kebudayaan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mayoritas merupakan kebudayaan Jawa, namun terdapat pula kantong-kantong kebudayaan Sunda di wilayah sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Adapun budaya  lokal Jawa Tengah antara lain:  Kraton Solo (Centraljava Surakarta), Batik, Ketoprak, Pagelaran Wayang Kulit, Tari Srikandi / Tari Panah, Pertujukan Wayang Orang, Sinden, Tayub, Batik.
Selain itu, Provinsi Jawa Tengah ternyata mempunyai daya tarik kebudayaan yang bagus, salah satu contohnya adalah memiliki tarian tradisional yang beragam. Postingan kali ini kami akan bahas contoh tarian tradisional Jawa Tengah, antara lain :

1.      Tari Merak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDowLuAIFnlZ_3VjAvCQnWfJsnG_T9VRloSv91NO26JweKhKRSGtpO1ifc3WAH0c5kiCSEnA-dPL_ofSUd24qCfSPhRDFiWFJVTi864AV4hz4-8ST8YGfNku-IILg43UUM5NBSJ7wxhp2Q/s320/gambar+2.png

Tari Merak merupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya Tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan Burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala menyerupai burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.
2.      Tari Gambyong
Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama  Si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong. Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan Tari Gambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab, kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing. Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul. Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendang bukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu tumbuh dengan keluwesan tarian serta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penari Gambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudah melakukan harmonisasi.

E.         RUMAH ADAT JAWA TENGAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiii78XaMndx6B6GMqYZ91sS-7YOyTQOk9Zs9ierxB0ft9ps-5vz_HE8qVihcQV8WrG-URdwAprwKh8PL02BIa02WV4dnGo1ug_1ywN8g7cF-y6l50s8jZH2HIzd1ZeL-jAsOQ0ylML0Y_S/s320/gambar3.png

Rumah Joglo merupakan salah satu peninggalan nenek moyang kita yang terdahulu dimana  yang didirikan pada tahun 1835 ini merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dimasa awal pendiriannya, Joglo disebut juga dengan  bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi, sebuah bubungan di tengahnya, rumah Joglo berasal dari daerah Propinsi Jawa Tengah dan fungsi yang lebih menonjol adalah sebagai tempat musyawarah masalah kenegaraan dan menyusun strategi dalam melawan Belanda. Pada saat clash II di Yogyakarta, menjadi markas besar tentara pelajar (TP) seluruh Jogjakarta di bawah pimpinan Kapten Martono (Menteri Transmigrasi masa pemerintahan presiden Soeharto).
Joglo Kelor merupakan joglo terbaik se-Kabupaten Sleman. Hal ini terlihat dari bagian-bagiannya yang lebih lengkap dan masih asli. Menurut pandangan metafisika, rumah joglo ini memiliki energi spiritual yang dapat dirasakan dalam radius ± 100 meter. Secara Resmi, Joglo Kelor menjadi obyek wisata pada bulan oktober 2002. Beberapa waktu lalu, sebuah Sepeda (yang dipakai oleh Kapten Martono) dan Lampu Gantung (yang digunakan untuk penerangan dalam rapat-rapat TP), di pindahkan dari Joglo ke Benteng Vredeburg.
Rumah Tua (Joglo) banyak ditemukan dalam kondisi kurang terawat, mungkin puluhan tahun sudah tak tersentuh pemeliharaan. Meskipun, beberapa masih dipakai sebagai tempat tinggal, namun sebagian lagi bertahun-tahun berupa rumah kosong. Hanya sedikit dari rumah joglo dalam kondisi terawat. Sebagian besar rumah joglo diperoleh dari daerah pesisir pantai Utara Jawa sekitar Demak – Kudus.
Rumah Joglo ini kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. Hal ini disebabkan rumah bentuk joglo membutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan mahal dari pada rumah bentuk yang lain. Masyarakat jawa pada masa lampau menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh orang kebanyakan, tetapi rumah joglo hanya diperkenankan untuk rumah kaum bangsawan, istana raja, dan pangeran, serta orang yang terpandang atau dihormati oleh sesamanya saja. Dewasa ini rumah joglo digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan dan kantor-kantor.
Arsitektur tradisional Jawa harus dilihat sebagai totalitas pernyataan hidup yang bertolak dari tata krama meletakkan diri, norma dan tata nilai manusia Jawa dengan segala kondisi alam lingkungannya. Arsitektur ini pada galibnya menampilkan karya “swadaya dalam kebersamaan” yang secara arif memanfaatkan setiap potensi dan sumber daya setempat serta menciptakan keselarasan yang harmonis antara “jagad cilik” (mikrokosmos) dan “jagad gedhe” (makrokosmos).
Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahan-perubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi.

F.         OBJEK WISATA JAWA TENGAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCSYgVjEDtl3H0xR5Q_FGyTcBMytefzpmXtstAvLIYEQcw4hGl1EbqDZPIeX4Kr7KgHdfz3mN6UlyvnUzqXEDJahqzFxROtQQJD8gt-LoyA7qSsqW4SKsDgKjqm7UVhN_BfxOEI4S1E7LT/s320/gambar+4.png

Obyek Wisata Ketep Pass dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian. Obyek Wisata Ketep Pass kabupaten Magelang merupakan Obyek Wisata Alam Kegunungapian khususnya Gunung Merapi.Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 m dpl.Luas area sekitar 8000 m persegi,berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur,30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai.
Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km,dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur.Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan Bus Besar,Mini bus,Sedan atau sejenisnya maupun sepeda motor. Atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H.Mardiyanto,dipilih tanah berbukit ini untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian.Obyek Wisata Ketep Pass diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri pada 17 Oktober 2002. Berikut ini yang terdapat pada objek wisata Ketep Pass :

1.      GARDU PANDANG
Berupa 2 buah gazebo masing-masing dengan ukuran empat persegi panjang dan bangunan segi delapan dengan panjang panjang sisi lima meter.Tempat untuk melihat keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.Serta hamparan lahan pertanian di kedua kaki Gunung tersebut.Sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh pedagang disekitar Obyek.

2.      KETEP VULKANO THEATRE
Sebuah gedung tempat pemutaran film dokumenter tentang aktivitas Gunung Merapi dengan kapasitas tempat duduk 78 kursi.Film ilmiah yang menceritakan tentang terjadinya,jalur-jalur pendakian,penelitian dipuncak Garuda serta letusan dahsyat Gunung Merapi.

3.      KETEP VULKANO CENTRE
Sebuah gedung yang disebut museum dangan luas kurang lebih 550 m persegi.Sebuah museum vulcanologi yang didalamnya berdiri miniatur Gunung Merapi,Komputer interaktif yang berisi tentang dokomen kegunungapian,beberapa contoh batu-batuan bukti letusan dari tahun ke tahun.Poster puncak Garuda yang berukuran 3x3m,poster peringatan dini lahar Gunung Merapi.

4.      AREAL PARKIR
Areal parkir yang luas dan cukup memedai untuk menampung Bus besar.

5.      PELATARAN PANCA ARGA
Panca Arga mempunyai arti Lima Gunung,pada lokasi ini merupakan puncak tertinggi di Obyek Wisata Ketep Pass.Dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat Lima Gunung yaitu Gunung Merapi,Gunung Merbabu,Gunung Sindoro,Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.

Selain kelima Gunung tersebut pengunjung masih dapat melihat dan menikmati Gunung-Gunung kecil dan Bukit-bukit yang sangat indah antara lain,Gunung Tidar,Gunung Andong,Gunung Pring,Bukit Menoreh,Bukit Telo Moyo dll.


6.      RESTAURANT KETEP PASS
Disini pengunjung dapat menikmati menu yang disajikan diRestaurant Ketep Pass sesuai selera.Bangunan di atas ketep vulcano teatre yang berdinding kaca ini,sangat cocok untuk pengunjung sambil menyantap hidangan yang tersedia juga menikmati indahnya panorama di kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

7.      TEROPONG
Sebanyak dua buah yang berada di puncak Panca Arga dan Gardu Pandang.Dengan alat ini pengunjung dapat melihat dengan jelas keindahan panorama Gunung Merapi,Gunung Merbabu dan gunung-gunung yang lain.

8.      MUSHOLA
Luas bangunan mushola kurang lebih 10 m persegi dengan bentuk bangunan yang artistik,lengkap dengan tempat wudlu dan toilet.

Objek wisata ketep berada didaerah magelang, jawa tengah. Objek wisata ketep merupakan objek wisata yang mengasyikkan untuk dikunjungi. Didaerah wisata ini disediakan banyak fasilitas seperti masjid/ mushola, tempat prkir yang luas, rumah makan, dll.

G.        MAKANAN KHAS JAWA TENGAH
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHt7_11BuKI9hp9WWBrifR6v27BNVSDyxDnbcTLL0SCUdTy3ISlwW-upBdUITYHlq2GVIOBtcc-63JZdgpc6DG8FWOh8vtBdkWa0NLczns0DyKJW6IznbgJ7P_npLBETucHkyHRxkX5SOX/s320/gambar+5.png

Gudeg (dalam bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakartadan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan dibumbui dengan kluwek. Butuh waktu berjam-jam untuk membuat hidangan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan yang kental (areh), ayam, telur, tahu goreng dan sambal krecek.
Salah satu makanan khas jawa tengah adalah gudeg yang terdapat didaerah jogjakarta. Biasnya gudeg rasanya manis. Gudeg juga terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya gudeg basah dan gudeg kering. Biasanya gudeg dijual pada pagi atau malam hari. Di Yogyakarta gudeg dijadikan pilihan untuk menu sarapan pagi.
Sumber: