Jumat, 01 April 2016

Negri Van Oranje

                                                           Negri Van Oranje
                              Ilmu, Persahabatan, dan Cinta




Tayang     :   23 Desember 2015
Genre       :   Adventure
Sutradara:   Endri Pelita
Produksi  :   Falcon Pictures & Mata Hari Media
Produser  :  Wiwit Susilawati, Annika Kuyper
Penulis     :   Adept Widiarsa, Titien Wattimena, Raden Wahyuningrat, Annisa Rijadi, Rizki Pandu                           Permana
Pemain     :   Arifin Putra, Chicco Jerikho, Tatjana Saphira, Abimana Aryasatya, Ge Pamungkas

Sinopsis:
Film Negeri Van Oranje berkisah tentang lima orang mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Belanda. Lintang (Tatjana Saphira), Banjar (Arifin Putra), Wicak (Abimana Aryasatya), Daus (Ge Pamungkas), dan Geri (Chicco Jerikho) adalah mahasiswa asal Indonesia yang sedang mengejar studinya di Belanda. Mereka secara tak terduga saling bertemu dan bersahabat.
Sejak bersahabat, Kelimanya mulai saling berbagai tawa dan juga kepedihan bersama-sama. Masalah kemudian muncul ketika keempat sahabat itu mulai memperebutkan Lintang. Pada saat yang sama, hubungan Lintang dengan pacara Belanda-nya terancam bubar, karena dia juga menaruh perasaan kepada salah satu temannya. Persahabatan pun berubah menjadi rumit dan hubungan mereka diuji!!

Review:
            Dari segi pemain, seperti biasa produksi Falcon Pictures diramaikan dengan jajaran pemain yang  populer. Kali ini giliran Chicco Jerikho, Tatjana Saphira, Arifin Putra, Ge Pamungkas, termasuk Abimana Aryasatya, aktor langganannya. Dua nama di atas sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam berakting, namun bagaimana dengan lainnya? Tatjana, Arifin, dan Ge Pamungkas berperan tidak kalah dengan mereka berdua. Bisa dibilang film inilah yang kolaborasi aktingnya sangat harmonis satu sama lain, tidak timpang  layaknya film-film produksi Falcon Pictures dalam dua tahun terakhir.
            Kelihaian akting peraih Piala Citra 2014 ini tertuang dengan baik, Chicco mampu menyembunyikan rapat-rapat rahasia kepribadian karakter Banjar. Bila berharap, aktingnya begitu lepas  dan menonjol seperti karakternya dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi dan A Copy of My Mind di sini tidak terlihat, karena ia harus rela berbagi porsi dengan pemain lainnya. Abimana masih berkutat dengan karakter cool-nya, namun bukan berarti kualitas aktingnya menurun. Dengan mudah aktor kelahiran 33 tahun silam ini menguasai karakter Wicak.  Lewat aktingnya yang cukup memukau, pemeran Elang dalam filmBelenggu ini mampu mencuri perhatian. Misalnya saat ia berdialog dengan rekan mainnya, Lintang. “Cukup dengan satu kejadian, cukup satu,” sepintas sepotong dialog ini tidak begitu istimewa, terlebih bagi yang belum menonton, namun dengan akting dan jalan cerita yang lumayan baik membawa dialog ini menjadi salah satu adegan yang berkesan, sekaligus merupakan kunci cerita. Sementara itu, Tatjana, walau pendatang baru, ia bisa mengimbangi akting seniornya. Dengan kata lain kecantikannya tidak hanya di parasnya, namun juga terletak di aktingnya. Sedangkan, Ge Pamungkas dan Arifin melengkapi dengan karakter lucu dan konyolnya yang mampu melahirkan gelak tawa.
            Di lain sisi, meskipun berlatar di Belanda, film ini tidak menyentuh persoalan sejarah kelam antara Indonesia dan Belanda. Film yang berdurasi  sekitar 90 menit ini asyik menyuguhkan tentang  persahabatan dan perebutan Lintang dengan cara yang anggun. Tidak salah memang dengan hal itu, namun  terasa ada bagian yang hilang. Di samping itu, film ini pun lebih kental persahabatannya,  bahkan hampir lupa bila ada persaingan cinta di dalamnya. Maka itu, tidak heran bila kemudian konflik yang dibangun tidak sekuat biaya produksi yang digelontorkan, karena film ini terlena dengan menghadirkan keindahan berbagai kota di negeri tersebut,  sebatas jalan-jalan yang dibalut romansa di dalamnya.  Selain itu, para pemain pun seakan menjadi  guide, menuntun penonton layaknya turis dadakan, yang pada akhirnya menjadikan film ini bagaikan cerita dalam negeri dongeng, persis seperti yang dinarasikan oleh Lintang (Tatjana) di awal film
             Terlepas dari itu, film yang bercerita tentang lima orang Indonesia yang kuliah di Belanda ini tetap menjadi tontonan yang menghibur dan menarik,  karena selain sedikit menggambarkan tentang kiat mahasiswa yang harus bertahan hidup di negeri orang, film ini bisa juga sebagai salah satu referensi untuk yang ingin melanjutkan kuliah atau berlibur di sana. Offer all, Negeri Van Oranje menjadi salah satu film Indonesia terbaik 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar